Badai Laura Hantam Louisiana, Enam Orang Tewas.

LAKE CHARLES – Badai Laura menghantam wilayah Louisiana, Amerika Serikat (AS) pada Kamis waktu setempat, menewaskan enam orang. Badai juga meratakan gedung-gedung di seluruh negara bagian sebelum bergerak ke Arkansas dengan hujan lebat.

Embusan kuat Badai Laura menumbangkan pohon dan empat orang tewas dalam insiden terpisah saat pohon tumbang menimpa sebuah rumah. Departemen Kesehatan negara bagian mengatakan ada dua korban jiwa lagi yang dikaitkan dengan badai, seorang pria tenggelam saat berada di atas kapal yang tenggelam dan seorang pria keracunan karbon monoksida yang disebabkan oleh generator di rumahnya.

Di Westlake, sebuah pabrik kimia terbakar ketika dihantam oleh Badai Laura, dan kobaran api terus mengirimkan kepulan asap yang mengandung klorin ke langit hampir 24 jam setelah insiden itu terjadi. 

Meski kerusakan yang disebabkan oleh Badai Laura lebih kecil daripada yang diperkirakan, namun para pejabat mengatakan badai itu tetap berbahaya dan akan memakan waktu berhari-hari untuk menilai kerusakannya. Setidaknya 867.000 rumah dan bisnis di Louisiana, Texas serta Arkansas tetap tutup pada Kamis sore.

“Ini adalah badai paling kuat yang pernah terjadi di Louisiana,” kata Gubernur John Bel Edwards dalam konferensi pers.

“(Badai) itu terus menyebabkan kerusakan dan kondisi yang mengancam jiwa,” ia menambahkan seperti dikutip dari Reuters, Jumat (28/8/2020).

Pasukan Garda Nasional kini tengah membersihkan puing-puing dari jalan-jalan di Danau Charles. Ada kabel listrik putus di jalan-jalan di sekitar kota, dan angin kencang menghempaskan beberapa semi truk ke pinggir jalan.

Jendela-jendela Capital One Tower yang bertingkat 22 di kota itu hancur, rambu-rambu jalan roboh, dan potongan-potongan pagar kayu serta puing-puing bangunan yang runtuh berserakan di jalan-jalan yang banjir, demikian rekaman video di Twitter dan Snapchat.

Penduduk Lake Charles, Borden Wilson, seorang dokter anak berusia 33 tahun, merasa cemas saat pulang ke rumahnya setelah dievakuasi ke Minden, Louisiana.

“Saya bahkan tidak pernah menutup jendela saya. Saya tidak berpikir untuk melakukan itu. Ini adalah badai pertama yang saya alami. Saya hanya berharap rumah saya baik-baik saja,” katanya dalam wawancara telepon.

Pusat Badai Nasional (NHC) AS mengatakan mata Badai Laura telah menyeberang ke selatan Arkansas pada Kamis sore dan menuju ke timur laut dengan kecepatan 15 mil per jam. Badai tersebut dapat menurunkan curah hujan setinggi 7 inci di beberapa bagian Arkansas, kemungkinan besar menyebabkan banjir bandang. Setelah Arkansas, ia akan bergerak ke pertengahan Lembah Mississippi pada hari Jumat dan kemudian ke negara bagian Atlantik tengah pada hari Sabtu.

Badai Laura Hantam AS, Corona Persulit Evakuasi Warga.

Pengungsi siap untuk dievakuasi.

Lebih dari 1,5 juta penduduk Texas dan Louisiana, Amerika Serikat dievakuasi saat Badai Laura yang dahsyat mendekati pantai dan pandemi virus corona menambah beban kerumitan.

“(Corona) menambahkan kerumitan, itu tantangan,” kata pelaksana tugas Wali Kota Galveston, Craig Brown dikutip dari CNN, Kamis (27/8).

Brown menjelaskan bahwa pihaknya telah menyediakan bus tambahan untuk mengangkut orang keluar dari titik bahaya terjangan badai itu.Hal tersebut kata Brown dilakukan agar antara satu orang dengan yang lain tetap bisa menjaga jarak.Menurut dia ada hotel yang telah disediakan sebagai penampungan. Tiap kamar hanya bisa ditempati satu orang.Selain itu pemerintah setempat juga telah menyediakan mobil ambulans sebagai antisipasi keadaan darurat. “Bagi mereka yang membutuhkan isolasi saat mereka diangkut keluar pulau.” 

Hal serupa juga terjadi di Lousiana. Penduduk dievakuasi ke hotel, bukan tempat penampungan karena khawatir penyebaran Covid-19.”Kami menghindari kerumunan,” ujar direktur komunikasi di Kantor Gubernur Keamanan Dalam Negeri, Mike Steele.Gubernur Lousiana, John Bel Edwards mengatakan sekitar 2.000 kamar hotel telah diamankan sebagai tempat pengungsian.Negara bagian Lousiana sendiri saat ini tengah berusaha untuk menyediakan lebih banyak kamar hotel jika satu waktu diperlukan. Hotel-hotel yang tersebar di Baton Rouge, Louisiana, telah dipesan,Tempat penampungan di Austin Regional Sheltering System sendiri disebut sudah mencapai kapasitas maksimal.

Tempat penampungan(Shelter).

“Pengungsi #HurricaneLaura, silakan lanjutkan perjalanan ke Utara dan hubungi 2-1-1 untuk informasi lebih lanjut tentang lokasi penampungan alternatif,” cuit akun twitter kota tersebut.Badai Laura mulai menghantam wilayah Louisiana pada Kamis dini hari dan memicu peringatan gelombang laut yang tak dapat dihindari.

National Hurricane Center mengatakan Laura masuk dalam badai kategori 4 dan membawa angin berkecepatan 240 km per jam.Hujan deras hingga banjir bandang terjadi di Louisiana dan NHC membuat warga di pesisir dievakuasi. Pemerintah Texas menyebut kekuatan Badai Laura saat ini belum pernah terjadi sebelumnya.

Sekitar 1.000 anggota Garda Nasional, 20 pesawat, dan 15 tim perlindungan telah dikirim ke Texas untuk membantu proses tanggap darurat akibat badai tersebut.

Badai Laura Melanda Louisiana Amerika dengan Kekuatan Terbesar

Badai Laura berhembus kencang memasuki Louisiana, Amerika Serikat, dengan kekuatan yang belum pernah dialami negara bagian itu.

Badai ini berhembus dengan kekuatan kategori 4 dan merusak rumah dan bangunan hingga ke bagian timur dari negara bagian Texas, Amerika.

Setidaknya satu orang tewas akibat hembusan badai Laura, sejumlah atap rumah rusak dan jaringan listrik untuk ratusan ribu rumah terputus.

“Badai Laura ini menjadi badai terbesar di negara bagian itu selama sekitar satu abad terakhir,” begitu dilansir CNN pada Kamis, 27 Agustus 2020.

Angin berhembus hingga kecepatan sekitar 150 mil atau sekitar 240 kilometer per jam pada saat mulai memasuki Louisiana dan sebagian wilayah Texas pada pukul satu dini waktu sempat.

Kekuatan hembusan angin dari badai Laura ini masih berhembus kencang hingga sejauh sekitar 160 kilometer ke pedalaman Louisiana pada sekitar pukul sepuluh pagi waktu setempat. Pada saat itu, angin berhembus dengan kecepatan 75 mil atau sekitar 120 kilometer per jam.

“Kerusakan yang terjadi cukup luas. Banyak bangunan yang rusak akibat badai ini,” kata John Bel Edwards, gubernur Louisiana, kepada CNN.

Salah satu kota yang terdampak badai ini adalah Kota Lake Charles, Louisiana, yang terletak sekitar 56 kilometer dari pantai. Kota ini mengalami kerusakan luas akibat hembusan angin seperti pohon tercabut, atap dan tembok bangunan yang rusak, tiang lampu bengkok dan tanda lalu lintas yang rusak.

Mengenal Kategori dalam Badai(Hurikan).

Hurricanes2002 – Badai Sandy yang menghantam pantai timur Amerika Serikat selain mengakibatkan banjir di New York, badai ini juga telah menewaskan 13 orang. Satu hal yang membuat bingung adalah kekuatan badai ini. Dalam banyak pemberitaan, badai Sandy yang menghantam Amerika Serikat dikatakan masuk dalam kategori 1.

Apa sebenarnya maksud kategori 1? Seperti halnya gempa yang dinyatakan dengan magnitud atau skala Richter, badai juga memiliki satuan. Kekuatan badai dinilai dari kecepatan geraknya yang dinyatakan dalam km/jam atau mil/ jam. Badai dikategorikan berdasarkan Saffir-Simpson Hurricane Scale (SSHS). SSHS dikembangkan oleh pakar teknik sipil Herbert Saffir dan meteorolog Bob Simpson yang saat itu menjabat direktur National Hurricane Center (NHC) di Amerika Serikat.

Skala diperkenalkan kepada publik pada tahun 2973 dan mulai banyak digunakan tahun berikutnya. Skala badai mulanya dikembangkan Saffir pada tahun 1969 saat ia menyadari sulitnya menyatakan besarnya dampak badai. Saffir kemudian menggolongkan badai dalam lima kategori berdasarkan kecepatan. Simpson kemudian menambahkan faktor banjir dan gelombang badai dalam klasifikasi. Pada tahun 2009, sedikit perubahan dilakukan pada SSHS.

Skala tidak memperhitungkan faktor banjir, lokasi dan curah hujan, hanya memperhitungkan kecepatan angin. Skala ini kemudian disebut Saffir Simpson Hurricane Wind Scale (SSHWS). Infrormasi NHC, skala SSHWS mulai efektif 15 Mei 2010. Namun, pada tahun 2012, sedikit perubahan kembali dilakukan. Rentang dalam kategori 4 diperluas 1 mil per jam ke atas dan bawah. Dengan klasifikasi badai berdasarkan kecepatannya, bisa diperkirakan dampak hantaman badai yang terjadi. Lima kategori badai beserta perkiraan dampaknya sesuai dideskripsikan di situs National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) adalah sebagai berikut :

Kategori 1. Kecepatan 119 – 153 km/jam. Rumah dengan konstruksi baik dapat mengalami kerusakan pada atap. Cabang pohon besar bisa patah. Kerusakan jaringan listrik bisa terjadi.

Kategori 2. Kecepatan 154 – 177 km/jam. Rumah dengan konstruksi baik bisa mengalami kerusakan di atap dan bangunan. Pohon-pohon yang akarnya dangkal bisa tercerabut dan tumbang. Listrik bisa padam dalam hitungan hari.

Kategori 3. Kecepatan 178 – 208 km/jam. Rumah dengan konstruksi baik bisa mengalami kerusakan atap dan bangunan. Banyak pohon akan tumbang. Listrik dan air sulit didapatkan dalam hitungan hari ke minggu.

Kategori 4. Kecepatan 209 – 251 km/jam. Rumah dengan konstruksi baik bisa mengalami kerusakan parah pada atap dan bangunan. Pohon dan tiang listrik berpotensi tumbang. Pohon mungkin bisa mengisolasi daerah tertentu. Listrik bisa padam dalam hitungan minggu hingga bulan. Banyak daerah tak bisa dihuni dalam beberapa minggu atau bulan.

Kategori 5. Kecepatan lebih dari 252 km/jam. Banyak rumah akan mengalami kerusakan parah dan mungkin rubuh. Banyak wilayah akan terisolasi akibat pohon yang tumbang. Listrik dan air tak dapat didapatkan dalam hitungan minggu hingga bulan. Banyak area tak bisa dihuni.

Badai Sandy saat menghantam Amerika Serikat memiliki kecepatan 75 km/jam. Badai ini bisa mengakibatkan dampak parah sebab bergabung dengan badai dan angin dingin lain yang juga melintasi Amerika Serikat. Salah satu badai yang mencapai kategori 5 adalah Badai Katrina yang melanda Amerika Serikat pada 23 – 30 Agustus 2005. Kecepatan badai itu mencapai 280 km/jam. Badai tersebut dikatakan menjadi salah satu badai terburuk sepanjang sejarah. Di bawah badai (hurikan), terdapat pula yang disebut siklon tropis atau depresi tropis. Siklon tropis memiliki kecepatan 63 – 118 km/jam sementara depresi tropis punya kecepatan kurang dari 62 km/jam

Badai Laura yang Sangat Berbahaya Mendarat di AS.

Badai Laura.

Hurricanes2002 – Badai Laura dilaporkan mendarat di AS, di mana dia dianggap “sangat berbahaya” karena merupakan badai kategori empat. Kedatangan “monster” itu menimbulkan peringatan peningkatan gelombang laut yang “tak bisa dihindari”, serta perintah evakuasi kepada ratusan ribu penduduk Gulf Coast. Dalam keterangan Pusat Badai Nasional (NHC), Badai Laura ini bisa membawa angin hingga 240 kilometer per jam dan banjir bandang di Louisiana.

Lake Charles diguyur hujan lebat tak lama setelah NHC menyatakan, pusat badai mendarat sekitar pukul 01.00 waktu setempat. Sebelumnya, NHC sempat menyatakan Laura bisa menghantam Louisiana dan Texas dengan “peningkatan gelombang yang tak terhindarkan”. Gelombang itu dilaporkan bisa setinggi enam meter, dengan tornado bisa terbentuk tepi selatan sistem cuaca, dilansir AFP Kamis (27/8/2020). “Persiapan untuk melindungi jiwa maupun barang pribadi harus diselesaikan secepatnya,” ujar NHC dalam pernyataan resminya. Pada Rabu (26/8/2020) hingga Jumat (28/8/2020), hujan setebal 13 sampai 26 sentimeter diprediksi bakal mengguyur sebagian Gulf Coast.

Dilansir Sky News, hanya dalam 24 jam kekuatan badai itu meningkat hingga 90 persen, membuatnya mampu menerbangkan mobil seperit mainan atau merobohkan gedung. Badai tersebut bisa menjangkau sekitar 64 kilometer di daratan, dengan gelombang bisa meningkat hingga 20 kaki dari normalnya

Evakuasi warga Texas telah dilakukan.

Lebih dari setengah juta orang telah diperintahkan untuk evakuasi, dengan sekitar 100.000 permukiman tanpa listrik di Louisiana dan Texas. “Nampaknya badai ini sudah berubah menjadi sangat mengerikan,” kata Gubernur Louisiana John Bel Edwards kepada The Weather Channel. Sementara Gubernur Texas Greg Abbot menyatakan, kekuatan Badai laut “tak bisa diprediksi”, dan meminta warganya untuk melindungi.

“Barang berharga Anda bisa dicari gantinya. Tetapi nyawa Anda jelas tidak,” kata Abbot dalam konferensi pers seperti dikutip AFP. Garda Nasional AS menyatakan, mereka sudah memberngkatkan lebih dari 1.000 personel ke Texas untuk membantu persiapan datangnya badai. Di antaranya adalah dengan menempatkan 20 pesawat serta lebih dari 15 tempat berlindung untuk menghadapi badai kateogir empat tersebut. Kota-kota Texas yang wajib melakukan evakuasi adalah Beaumont dan Port Arthur, yang dilewati pusat badai, dan menderita kerugian besar saat Badai Harvey pada 2017.

Badai Mitch: Badai Paling mematikan di Era Modern.

Badai Mitch.

Hurricanes2002 – Badai Mitch adalah badai paling mematikan yang terjadi di belahan Bumi barat, sejak terakhir kali terjadi 200 tahun yang lalu dan menewaskan ribuan orang.

Badai itu mulanya terbentuk pada 8 Oktober 1998 di lepas pantai Afrika. Dalam kurun waktu 10 hari setelah pembentukan tersebut, hujan deras disertai angin kencang itu menjadi lebih besar dan perlahan-lahan mulai bergerak melintasi Samudra Atlantik.

Seperti yang dikutip dari History.com, Selasa (25/10/2016), angin topan yang lebih dikenal dengan sebutan Badai Mitch itu memasuki wilayah Karibia pada 18 Oktober tahun itu. Namun, kekuatan badai tidak begitu besar, masih termasuk kategori badai tropis.

Namun keadaan berubah total ketika badai besar yang dipicu oleh air hangat di Teluk Meksiko terbentuk pada 24 Oktober. Badai itu berkategori 5, dan mulai menerjang wilayah Meksiko dengan hujan deras disertai petir.

‘Mesin penghancur’ itu terus bergerak dan memporak-porandakan wilayah Amerika Tengah, memaksa sebanyak 75 ribu warga dievakuasi dari Kota Belize. Pergerakan bencana alam itu mulai melambat dan tidak bisa ditebak ketika Mitch memasuki daratan.



Walaupun Mitch berhenti ‘bergerak’ hujan deras terus mengguyur beberapa daerah. Akibatnya tanah longsor dan banjir bandang mematikan melanda beberapa lokasi.

Honduras dan Nikaragua tercatat sebagai wilayah terkena dampak terparah. Meluapnya air sungai di Honduras membuat Kota San Pedro Sula ‘terkepung’ di tengah-tengah banjir. Di Kota Tegucigalpa ketinggian air mencapai 3 meter.

Hingga 26 Oktober 1998, Badai Mitch dilaporkan tidak hanya ‘membunuh’ ribuan orang, tapi juga membuat hampir satu per tiga wilayah Amerika Tengah hilang dari peta.

Kerugian Amat Dahsyat.
Badai Mematikan di Era Modern.


Tidak hanya itu, bencana alam dahsyat itu mengakibatkan perekonomian mengalami kerugian yang sangat besar

Kala itu sekitar 11 ribu hingga 18 ribu orang dinyatakan tewas karena Badai Mitch — menjadikan bencana alam itu sebagai badai ‘pelahap maut’ paling mematikan sejak Great Hurricane 1780.

Dampak Badai Mitch.

Badai Paling mematikan sepanjang sejarah umat manusia.

Badai Paling mematikan sepanjang sejarah.

Hurricanes2002 Pulau-pulau di Karibia atau Hindia Barat porak poranda akibat badai besar hari ini, 10 Oktober 238 tahun silam. Menewaskan lebih dari 20.000 orang.

Tepat pada 10 Oktober 1780, seperti dikutip dari History.com, bencana dahsyat tersebut dikenal sebagai Great Hurricane tahun 1780, badai paling mematikan yang pernah tercatat dalam sejarah masa tersebut.

Pada saat Great Hurricane melanda, Revolusi Amerika mereda dan memicu pasukan angkatan laut Inggris serta Prancis berebut mengendalikan Hindia Barat. Padahal wilayah itu merupakan daerah berbahaya di dunia untuk dilintasi kapal — diperkirakan sekitar satu dari 20 kapal yang dikirim ke Hindia Barat hilang di laut selama era tersebut.

Laksamana Inggris George Radney memiliki armada 12 kapal perang yang berpatroli di pulau-pulau Hindia Barat ketika badai besar itu mendekat.

Kapal-kapal itu tidak mampu menahan terjangan badai, sehingga delapan di antaranya tenggelam di Pelabuhan St. Lucia. Ratusan pelaut tewas dalam insiden tersebut.

“Bangunan-bangunan terkuat dan seluruh bagian rumah yang sebagian besar terbuat dari batu dan memiliki ketahanan bangunan yang luar biasa, rusak akibat amukan angin besar itu, bagian fondasinya rusak; semua benteng hancur, dan banyak meriam berat yang terbawa sejauh seratus kaki dari benteng,” papar Radney.

Ilustrasi Badai 1780.

“Jika saya tak menyaksikannya sendiri, mungkin tak ada yang bisa membuatku percaya dengan kekuatan Great Hurricane. Lebih dari 6.000 orang tewas, dan semua penghuni bangunan jadi korban.”

“Hanya dua rumah di seluruh St. Lucia yang masih berdiri. Bahkan ada beberapa laporan yang menyebut bahwa kulit kayu sampai terkelupas dari pohon di beberapa lokasi. Umumnya, ini hanya terjadi jika kecepatan angin lebih dari 200 mil per jam,” jelas Radney.

Sementara itu, Prancis juga tak bernasib baik seperti Inggris. Mereka kehilangan sekitar 40 kapal dan 4.000 tentara.

Korban terbanyak akibat terjangan Great Hurricane berada di Martinique dan Barbados.

Martinique tercatat memiliki lebih dari 9.000 orang tewas, sedangkan 4.000 jiwa meninggal di Barbados. Lebih dari 1.000 orang juga dilaporkan jadi korban di Jamaika.

Banyaknya jumlah korban jiwa membuat Great Hurricane dijuluki badai paling mematikan dalam sejarah pada masa itu.

Meskipun ada banyak badai mematikan beberapa tahun sejak 1780, hanya Badai Mitch pada tahun 1998 yang menewaskan sekitar 18.000 orang. Jumlah korbannya mendekati Great Hurricane.

Badai 1780.

10 Angin Topan Paling Mematikan dalam Sejarah.(Part 2)

Hurricanes2002 – Lanjutan dari bagian pertama 10 angin topan paling mematikan dalam sejarah Part 2.

6.Badai Camille (1969).

Badai Camile yang menyerang Mississippi tahun 1969.

Badai Camille ini menabrak Pantai Teluk Mississippi pada malam 17 Agustus 1969, dan terus menyebabakan kehancuran sampai dini hari 18 Agustus 1969. Menurut analisis yang dirilis oleh National Hurricane Center pada April 2014 , Hurricane Camille mendarat pada malam 17-18 Agustus dengan perkiraan angin mencapai 175 mph dan tekanan sentral 900 milibar (26,58 inci) dan merupakan pendaratan terkuat kedua badai oleh tekanan dalam sejarah AS. Melansir Hurricane Sciences and Society, secara total, 19.577 rumah mengalami kerusakan besar atau hancur total, 257 orang kehilangan nyawa, dan total kerusakan senilai 1,42 miliar dolar AS terjadi akibat Badai Camille. Mississippi mengalami jumlah kerusakan terbesar, dengan total berjumlah 950 juta dolar AS dan 50 kematian di negara bagian itu.

7.Badai Katrina (2005).

Salah Satu Badai Paling Mematikan Dalam Sejarah.

Badai Katrina adalah badai yang kuat dan mematikan. Katrina adalah badai paling mematikan ketiga dalam sejarah Amerika Serikat. Berdasarkan ukuran area yang terkena dampak dan jumlah orang yang terkena dampaknya, Katrina adalah salah satu bencana alam terbesar dalam sejarah Amerika Serikat. Efek Katrina pada komunitas pesisir Louisiana, Mississippi dan kota New Orleans masih dapat terlihat jelas 5 tahun setelah badai terjadi. Sebuah pesawat Hurricane Hunter NOAA, yang menerbangkan misi pengintaian badai Katrina, menemukan tekanan sentral 902 milibar (26,64 inci) pada 1:55 p.m. EDT dan lagi pada pukul 3:23 siang EDT pada 28 Agustus. Ini adalah pertama kalinya tekanan rendah seperti itu terlihat dalam badai cekungan Atlantik sejak tahun 1988. Tercatat bahwa badai Katrina mengalami penurunan cepat dalam tekanan dari 945 milibar (27,91 inci) pada 4 p.m. pada 27 Agustus hingga 907 millbars (26,78 inci) pada pukul 10 pagi pada 28 Agustus, disertai dengan peningkatan angin secara drastis dari 115 mph menjadi 175 mph dalam kerangka waktu yang sama.

8.Badai Mitch (1998).

Badai Mitch.

Badai Mitch adalah badai paling kuat di musim topan Atlantik 1998. Badai Mitch adalah salah satu badai paling kuat yang pernah tercatat di Samudra Atlantik. Mitch adalah badai Atlantik paling mematikan kedua karena menewaskan 11.000-18.000 di Amerika Tengah dan Meksiko, itu adalah yang kedua setelah Topan Besar 1780. Badai Mitch mempertahankan kekuatan angin 285 km / jam (178 mph) selama 15 jam Badai Mitch menyebabkan curah hujan tinggi, yang menyebabkan banjir luas dan menghasilkan banyak tanah longsor, terutama di Honduras dan Nikaragua. Tidak ada angka kematian internasional akhir telah ditetapkan karena kerusakan yang luas, tetapi setidaknya 11.000 orang tewas dan 9.191 lainnya hilang. Banjir bandang dan tanah longsor yang terkait dengan curah hujan Mitch menghancurkan puluhan ribu rumah, menyebabkan lebih dari 20% penduduk Honduras kehilangan tempat tinggal. Mayoritas jembatan dan jalan sekunder di Honduras rusak berat atau hancur, menyebabkan banyak masyarakat menjadi terisolasi dan tidak dapat menerima bantuan. Banjir dari Mitch juga menghancurkan 70% dari total panen di Honduras, termasuk 80% pisang, 60% tebu, dan 58% tanaman jagung. Kerusakan tanaman sendiri mencapai kerugian hingga 1,7 miliar dolar AS. Total kerusakan yang disebabkan badai Mitch lebih dari 5 miliar dolar AS.

9.Badai Dean (2007).

Badai Dean.

Badai Dean merupakan badai Atlantik terkuat sejak Badai Wilma di tahun 2005. Badai ini menjadi badai Atlantik terkuat ketiga. Badai Dean pindah barat-barat laut dari Samudra Atlantik timur melalui Selat Saint Lucia dan ke Laut Karibia. Itu menjadi badai yang sangat kuat, mencapai status Kategori 5 pada Skala Badai Saffir-Simpson sebelum bergerak ke selatan Jamaika pada 20 Agustus. Kekuatan angin topan, hujan, dan gelombang badai ini menyebabkan lebih dari 45 kematian di sepuluh negara dan menyebabkan kerusakan senilai 1,5 miliar dolar AS. Pertama berdampak pada pulau-pulau di Antilles Kecil, jalur Dean melalui Karibia merusak tanaman pertanian, terutama di Martinik dan Jamaika. Ketika mencapai Meksiko, Badai Dean adalah badai Kategori 5 yang luar biasa tetapi tidak menyebabkan kematian dan kerusakan lebih sedikit daripada di pulau-pulau Karibia yang dilewatinya sebagai badai Kategori 2. Pada 22 Agustus, badai Dean perlahan-lahan pindah ke barat laut, melemah ke daerah bertekanan rendah yang hilang di bagian barat daya Amerika Serikat Badai Dean muncul di tanggal 13 Agustus 2007 dan menghilang pada tanggal 23 Agustus 2007. Kekuatan yang tercipta oleh badai ini 905milibar dan kekuatan terbesarnya 170mph (280km/jam).

10.Badai Maria (2017).

Badai Maria pada tahun 2017.

Badai Maria terjadi di tanggal 19 September 2017. Tekanan angin badai Maria memuncak pada 908 milibar ketika sampai di selatan St. Croix di Kepulauan Virgin AS. Ini terjadi setelah badai ini memberikan kekuatan dahsyat di Dominika dan sesaat sebelum itu melakukan serangan dahsyat di Puerto Rico. Ketika badai Maria mendekati Puerto Rico, tekanannya mulai meningkat tetapi masih sangat rendah. Faktanya, tekanan pendaratan Maria di Puerto Rico sebesar 920 milibar dan merupakan tekanan pendaratan terendah kesembilan pada rekor di mana saja di Cekungan Atlantik, sama dengan tekanan pendaratan Katrina di sepanjang Pantai Teluk utara. Badai Maria dan banjir ekstrem yang terjadi menyebabkan kehancuran infrastruktur yang parah di Puerto Rico dan St. Croix, menjadikannya topan termahal ketiga dalam sejarah AS.

10 Angin Topan Paling Mematikan dalam Sejarah.(Part 1)

Hurricanes2002 – Badai atau topan adalah jenis siklon tropis, yang biasanya disertai badai petir dan sirkulasi angin berlawanan arah dekat permukaan bumi. Dilansir dari Hurricane, badai dikategorikan berdasarkan kekuatan angin dengan menggunakan Skala Badai Saffir-Simpson. Badai Kategori 1 memiliki kecepatan angin terendah, sedangkan badai Kategori 5 memiliki yang paling kuat. Istilah ini relatif, karena badai kategori rendah kadang-kadang dapat menimbulkan kerusakan lebih besar daripada badai kategori lebih tinggi, tergantung di mana tempat terjadinya dan bahaya yang ditimbulkannya. Biasanya, badai tropis juga dapat menyebabkan kerusakan yang signifikan dan menghilangkan nyawa manusia, terutama karena banjir. Sepanjang sejarah, ada beberapa badai yang cukup mematikan seperti dilansir dari The Weather Channel.

1.Badai Wilma (2005) .

Foto Badai Wilma yang dahsyat.

Badai Wilma adalah badai terkuat yang pernah tercatat di Samudra Atlantik. Ini menghancurkan bagian dari Semenanjung Yucatán dan Florida selatan selama Oktober di musim topan Atlantik 2005. Wilma memecahkan beberapa rekor, baik untuk kekuatan maupun aktivitas musiman. Badai Wilma tercatat menjadi topan Kategori 5 di urutan keempat dari rekor yang pernah tercatat. Badai Wilma tercatat memiliki kekuatan angin 882milibar hingga mencapai puncaknya di titik 185mph. Badai ini terbentuk di tanggal 15 Oktober 2005 dan menghilang pada 25 Oktober 2005. Kerusakan yang diakibatkan oleh badai ini mencapai 34,4 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Sementara kematian manusia yang diakibatkan oleh Badai Wilma ini mencapai 23 jiwa. Total kerugian dari kerusakannya ditaksir mencapai 29 miliar dolar AS, dengan masing-masing di Amerika Serikat mencapai 20,6 miliar dolar AS, Meksiko 7,5 miliar dolar AS, dan Kuba 700 Juta dolar AS.

2.Badai Gilbert (1988).

Badai Gilbert.

Badai Gilbert adalah topan tropis yang sangat kuat sehingga menyebabkan banyak kerusakan di Karibia, Meksiko, dan sebagian Texas Selatan pada musim topan Atlantik 1988. Sebelum Badai Wilma pada tahun 2005, Badai Gilbert adalah badai terkuat yang pernah tercatat di Atlantik dalam hal tekanan Barometrik. Badai ini muncul di tanggal 8 September 1988 dan menghilang pada 19 September 1988. Badai Gilbert menyebabkan banyak kerusakan dan kematian di semua wilayah yang terkena dampaknya. Banjir lonjakan badai di pantai menghasilkan gelombang hingga 2,7 m (8,9 kaki) di atas normal di Pantai Timur Laut Jamaika. Banjir bandang daratan adalah hasil dari lebih dari 700 mm (27,6 in) curah hujan dari 10-14 September. Kekuatan angin yang dihasilkan 888 milibar dan puncaknya 185 mph. Kerusakan awal akibat badai Gilbert ditaksir antara 1-2 miliar dolar AS di Meksiko. Kerusakan di Jamaika menyumbang sebagian besar kerugian moneter terkait dengan Badai Gilbert, dengan kerusakan pada tanaman, bangunan, jalan dan rumah-rumah yang berjumlah 4 miliar dolar AS. Secara keseluruhan, total kerusakan akibat badai diperkirakan mencapai 5,5 miliar dolar AS.

3.Badai Labor Day (1935).

Badai Labour Day pada tahun 1935.

Badai Labor Day adalah satu-satunya badai yang membuat pendaratan di Atlantik dengan tekanan terukur di bawah 900 milibar. Terlambat pada 2 September, ketika badai mendekati Florida Keys, tekanan pusat mencapai 892 milibar (26,35 inci) yang diukur di Long Key, Fla. Badai ini, seperti Badai Andrew tahun 1992 dan menimbulkan kehancuran total. Sekitar 408 orang tewas akibat badai ini. Selama 53 tahun, Badai Hari Buruh berdiri sebagai topan terkuat yang pernah tercatat di Atlantik sebelum badai Rita terjadi.

4.Badai Rita (2005).

Badai Rita pada tahun 2005.

Badai Rita adalah badai Atlantik yang sangat hebat dan menyebabkan kerusakan signifikan pada Pantai Teluk AS pada September 2005. Badai Rita terbentuk dari interaksi yang rumit antara dua sistem cuaca yang berbeda. Badai ini bergerak dengan kekuatan terbesar 180 mph dan melemah di titik 897 milibar. Badai Rita mulai mucul di tanggal 17 September 1935 kemudian meningkat menjadi badai tropis dan tetap berada di kekuatan itu selama dua hari. Pada tanggal 20 September, Badai Tropis Rita menguat menjadi badai di atas Selat Florida dan terus meningkat dengan sangat cepat ketika bergerak ke Teluk Meksiko. Badai Rita menyebabkan 120 kematian. Total kerusakan yang disebabkan Badai Rita lebih dari 10,5 miliar dolar AS.

5.Badai Allen (1980).

Badai Allen menerjang Karibia, Meksiko dan Texas Selatan pada Agustus 1980. Lebih dari 200 orang tewas dan kerusakan mencapai 1 miliar dolar AS. Badai ini mencapai 190 mil per jam, mengikat Hurricane Camille untuk kecepatan angin tertinggi di Topan Tropis Atlantik. Badai Allen melemah ke Kategori 4 sebelum menguat ketiga kalinya, mencapai 909 milibar (26,84 inci) di atas Teluk Meksiko barat laut, sekitar 24 jam sebelum mendarat di dekat Brownsville, Texas, pada 10 Agustus. Kerusakan yang disebabkan badai ini mencapai 300 juta dolar AS dan dua kematian langsung di Texas Selatan, tetapi angin dan gelombang yang paling kuat dari Allen mendarat di wilayah yang jarang penduduknya antara Brownsville dan Corpus Christi.

Ok sekian untuk part 1 nya,dilanjut nanti di part 2 ya.

Film Menegangkan Kombinasi Antara Badai Topan Dan Alligator.Harus Nonton Gengs.

Barry Pepper Di Film Crawl.

Hurricanes2002 – Topik kali ini kita membahas tentang film Badai topan+Alligator ganas ya gengs.Ga kebayang kan di tengah Badai Topan hebat tiba2 ada Alligator ngejar2 kita juga,Hii tegang gengs.

Film Crawl dibuka dengan throwback dan drama keluarga, di mana Haley sedang gagal audisi sebagai perenang dan orang tuanya bercerai. Film bergenre thriller binatang, tak banyak cerita yang bisa digali selain drama keluarga. Begitu pula dengan film The Shallow dan The Meg.   

Namun Kaya Scodelario berhasil tampil rapuh sekaligus ambisius sebagai Haley. Kita sebelumnya melihat akting dia dalam film The Maze Runner dan Pirates of the Caribbean: Salazar’s Revenge. 

Pemeran Dave alias Barry Pepper juga berhasil membuat film tidak terlalu serius.Walau dalam suasana yang mencekam, lewat percakapan Dave dan Haley cukup jenaka dan menghibur. Salah satunya saat Dave menyuruh Haley mencari tembok yang basah dan Haley menjawab “Semua tembok basah, dad!”.

Kekuatan film ini adalah jumpscare, sebelum alligator muncul pun kamu akan terkejut. Jadi bersiap-siap untuk loncat dari kursi. Kemudian kita akan dibuat ngilu dengan beberapa adegan gigitan, luka, tulang, dan darah di mana-mana.

Kaya Scodelario Sukses Bikin Film Tambah Menegangkan.

Belum lagi serangan alligator yang tak terduga akan membuatmu kaget bertub-tubi. Lebih asyik lagi sebelum menonton filmnya di bioskop, jangan menonton trailernya. Supaya kamu mendapatkan kejutan lebih maksimal. 

Untuk penampakan alligator dalam film ini cukup memuaskan. Mereka terlihat seperti nyata dan mengerikan, walaupun dalam film ini mereka sangat lapar dan buas. Entah harus makan berapa banyak mangsa hingga mereka kenyang. 

Film Crawl menyajikan thriller yang mendebarkan dan intens dari awal hingga akhir. Diracik dengan jumpscare tak terduga dan adegan-adegan gore bikin ngilu, film ini akan menghibur sekaligus membuatmu terengah-engah. Siap-siap loncat dari kursi. Buruan Nonton Gengs!.

Buruan Nonton Gengs.