6 Badai Bergerak Bersamaan di Bumi, Ini Faktanya.

Untuk kali pertama sejak 1971 ada 6 badai bergerak sekaligus di bumi yakni badai Sally, Paulette, Rene, Teddy, Vicky di Samudra Atlantik serta badai Karina di Samudra Pasifik.

6 badai itu terlihat  berputar-putar dari luar angkasa sejak Selasa (15/9/2020).  Saat ini badai Sally sedang meluncur menuju daratan ketika 5 badai lainnya berputar di permukaan bumi.

Data dari satelit Aqua NASA menyebutkan sejak Senin (14/9/2020), satelit Aqua NASA,telah mereklasifikasi Tropical Storm Sally sebagai badai.

Badai tersebut bergerak di atas Teluk Meksiko tengah-utara pada Selasa (15/9/2020) dan diperkirakan akan terus bergerak menuju Louisiana, Amerika Serikat dan membuat pendaratan sekitar Rabu (16/9/2020) hari ini entah siang atau malam hari.

Menurut NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration), aeperti dilansir Space.com, pada pukul 8 malam EDT (2400 GMT) Senin, Sally adalah badai Kategori 2, memiliki kecepatan angin 100 mph (161 kph) dan bergerak dengan kecepatan 5 mph (8 kph).

Badai ini terus dipantau oleh instrumen Atmospheric Infrared Sounder (AIRS) di satelit Aqua NASA, yang diluncurkan sejak 4 Mei 2002 untuk mengamati Bumi sebagai bagian dari Earth Observing System (EOS). 

Satelit geostasioner GOES-East NOAA (sebelumnya dikenal sebagai GOES-16) juga melacak badai, memantau bagaimana mereka tumbuh dan bergerak dan ke mana tujuan mereka selanjutnya.

GOES-East mengorbit lebih dari 22.000 mil (35.405 kilometer) di atas Bumi, mengawasi Amerika Utara, Meksiko, Amerika Tengah dan Selatan, Karibia, dan Samudra Atlantik yang membentang ke Afrika. 

Dalam tweet yang diposting NOAA, Senin (14/9/2020) telah membagikan video yang diambil oleh GOES-16 dari Hurricane Sally. “Dalam video tersebut, Anda dapat melihat badai “awan menggelegak dan #lightning,” tweet NOAA .

Satelit lain juga terus memantau berbagai badai, termasuk satelit PLTN Suomi NASA-NOAA, yang memantau cuaca menggunakan Visible Infrared Imaging Radiometer Suite (VIIRS).

Pada hari Senin, VIIRS juga melihat badai Paulette di malam hari (01:30 EDT; 0530 GMT), menunjukkan gambar yang jelas dari mata badai. Saat itu, mata besar Paulette sedang mendekati pulau Bermuda, yang menurut NASA sedang diberlakukan peringatan badai.

Ini adalah kali pertama sejak 1971, 6 badai bergerak dalam waktu yang bersamaan di muka bumi yakni badai Sally, Paulette, Rene, Teddy, Vicky di Samudra Atlantik serta badai Karina di Samudra Pasifik.

Lebih Seram dari Bumi, Ini 4 Badai Paling Mengerikan di Tata Surya.

Lebih Seram dari Bumi, Ini 5 Badai Paling Mengerikan di Tata Surya

Badai besar selalu jadi bencana yang ditakuti semua orang. Bagaimana kita tidak takut, jika satu sapuan badai saja sudah bisa meluluhlantakkan rumah beserta penghuninya? Bagi kita, badai di Bumi sudah menakutkan.

Tapi menurut astronomy.com, badai Bumi ternyata tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan badai dari planet lain yang ada di Tata Surya. Jadi seseram apa sih badai di sana?

1. The Great Red Spot di Jupiter.

Kalau kamu pernah memperhatikan gambar planet Jupiter, kamu akan menemukan bintik merah raksasa yang dikenal dengan nama The Great Red Spot. Meski dari gambar, bintik merah ini tampak sepele tapi siapa sangka jika bintik merah ini adalah badai raksasa yang terjadi di Jupiter.

Tidak tanggung-tanggung, badai raksasa ini memiliki ukuran tiga kali lipat ukuran Bumi dan sudah berlangsung selama tiga ratus tahun. Tidak ada yang tahu pasti kenapa badai bisa muncul di Jupiter, tapi dugaan paling kuat adalah karena sinar kosmik yang memicu reaksi dan mengubah amonium hidrosulfida di lapisan awan atas menjadi senyawa baru dengan rona berdarah.

2. Badai debu di Mars.

Meski dalam banyak hal, Mars mirip dengan Bumi, tapi badai di Mars tidak ada mirip-miripnya dengan badai yang ada di planet kita, jauh lebih seram malah! Badai di Mars adalah badai debu yang bisa berlangsung selama berbulan-bulan.

Badai ini terjadi karena partikel debu yang ada di Mars menyerap sinar matahari dan membuat atmosfer lebih hangat. Ketika udara hangat ini datang ke tempat yang lebih dingin, udara yang sudah bercampur debu kemudian berubah jadi badai kencang yang dapat menyelimuti seluruh permukaan planet.

Tidak berhenti di situ, badai di Mars juga sanggup mengubah suhu planet yang minus menjadi lebih hangat yakni sekitar 30 derajat celcius.


3. Badai misterius di Saturnus.

Sama seperti tetangganya, Saturnus juga bisa mengalami badai yang mengerikan. Badai di Saturnus memang jarang terjadi, hanya beberapa dekade sekali di bagian kutubnya. Meski begitu, badai Saturnus membentuk segi enam yang dikenal dengan Hexagon.

Setiap sisi memiliki ukuran lebih besar dari planet kita. Di bagian pusatnya, badai berputar membentuk badai gas yang berukuran 50 kali lebih besar dari badai di Bumi. Saking besarnya, penampakan badai ini terlihat hingga luar angkasa.

4. Angin topan mengerikan di Neptunus.

Neptunus memang tidak punya badai debu atau badai raksasa yang berlangsung selama ratusan tahun. Tapi Neptunus memiliki angin topan yang mengerikan di planetnya. Angin di Neptunus bisa bergerak dengan kecepatan 1.500 mph bahkan melebihi 1.930 km per jam atau setengah dari kecepatan suara di Bumi.

Badai di Bumi memang menakutkan, tapi ternyata planet lain jauh lebih mengerikan. Untungnya, tidak ada satu pun makhluk hidup yang tinggal di planet-planet tersebut. Coba bayangkan, betapa mengerikannya jika manusia tinggal di salah satu planet ini!

Ini Foto Badai Raksasa Selimuti Bumi Tampak dari Antariksa.

California – Pemandangan Bumi dari antariksa menyajikan perspektif yang berbeda jika dibandingkan apa yang disaksikan orang di sini. Termasuk pula pemandangan badai topan berukuran besar yang menyelimuti salah satu bagian planet ini.

Dari posisi mereka di atas sana, di International Space Station (ISS) pada ketinggian sekitar 400 kilometer, astronaut memang dapat melihat Bumi secara unik. Mereka kadang membagikan foto dari sudut pandang yang tidak akan pernah disaksikan langsung oleh kebanyakan orang.

Nah, astronaut NASA yang saat ini sedang berada di ISS, membagikan foto badai Genevieve. Sang astronaut, Chris Cassidy, menyajikan foto jepretannya itu di Twitter dan langsung menuai perhatian dari banyak netizen.

Terlihat dengan jelas bagaimana pusaran badai menyelimuti planet ini, tampak indah tapi sekaligus agak menyeramkan. Angin topan Genevieve ini melanda semenanjung California dan mungkin saja nanti menyapu daratan sehingga patut diwaspadai.

“Jika berbelok sedikit saja akan membuat badai topan melanda daratan dan pemerintah Meksiko sudah mengeluarkan peringatan akan kemungkinan datangnya badai ini,” cetus US National Hurricane Centre.

Cassidy sendiri rutin memposting hasil foto dari lokasinya berada. Para fans pun senang dan mereka tak ketinggalan mengomentari foto badai tersebut.

“Bagi orang di daratan, badai ini bisa saja mengancam nyawa, tapi terlihat menakjubkan dari sudut pandang Anda,” tulis seorang netizen yang tak dapat meyembunyikan kekagumannya.

“Selalu senang karena Anda senantiasa memajang foto badai semacam itu. Terima kasih sudah mau membagikannya dan membuat kami bisa melihat peristiwa alam ini dari perspektif yang benar-benar berbeda,” tulis komentar yang lainnya.