Korut Mengantisipasi Bencana Alam Badai Topan Haishen.

 Media lokal setempat memberitakan saat ini kawasan semenanjung Korea, dan wilayah Kepulauan Jepang lagi dihantam bencana alam badai Topan Haishen. Pihak Pemerintah Korea Utara (Korut) saat ini lagi mempersiapkan diri dalam mengantisipasi terjangan badai Topan Haishen yang kemungkinan berdampak pada wilayahnya.

Saat ini Korea Utara (Korut) sedang bersiaga satu. Mengigat sebelumya Korut pada beberapa dekede lalu baru dihantam Topan Maysak dan Bavi.

Dikutip dari media AFF, pada hari Rabu (09/09/2020) Laporan televisi milik Pemerintah Korut menunjukkan situasi kawasan Tongchon di Provinsi Gangwon dekat perbatasan Korsel banyak pohon bertumbangan dan gelombang laut yang tinggi. Para penduduk di kawasan itu juga dievakuasi ke tempat lebih aman.

Saat ini, sektor pertanian Korut memang menghadapi kondisi buruk karena cuaca yang tidak bersahabat. Bencana badai dan banjir kerap melanda kawasan Korut sehingga mereka terancam kelaparan. Pemimpin tertinggi Korut, Kim Jong-un, telah mengunjungi kawasan pantai yang dilanda Topan Maysak dan memerintahkan pejabat partai melakukan upaya pemulihan secepatnya.

Sebagai informasi umum, badai ini sebelumya menerjang wilayah kepulauan Jepang. Berdasarkan informasi dari kantor berita Kyodo melaporkan empat orang hilang dan lebih dari 50 orang terluka akibat topan. Empat orang yang hilang berlokasi di Desa Shiiba, Prefektur Miyazaki, setelah tanah longsor menghantam kantor perusahaan konstruksi. Korban terluka di antaranya seorang perempuan yang jatuh karena naik tangga saat pemadaman listrik.

Topan tersebut juga memutus aliran listrik ratusan ribu rumah di Jepang, meskipun awalnya diperkirakan kerusakan tidak separah yang dikhawatirkan. NHK melaporkan, 32 orang terluka, di antaranya empat orang yang berada di gedung pusat evakuasi terkena pecahan kaca.

Sekitar delapan juta orang yang berada di wilayah perlintasan badai di Jepang telah diminta untuk mengungsi. Badai itu terjadi beberapa hari setelah Topan Maysak, salah satu topan terkuat di kawasan itu dalam beberapa tahun, menghantam Semenanjung Korea dan Jepang  dalam pekan ini.

Badai menyerang Korut, ini Perintah dari Kim Jong Un.

Media pemerintah KCNA melaporkan, pada hari Rabu (9/9/2020), Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengatakan dia akan mempertimbangkan kembali proyek akhir tahun setelah badai topan menghantam beberapa daerah di negara itu.

Melansir Reuters yang mengutip KCNA, Kim membuat pengumuman dalam pertemuan Partai Buruh yang berkuasa pada hari Selasa mengenai upaya pemulihan di daerah yang dilanda topan, termasuk daerah Komdok di Provinsi Hamgyong Selatan.

“Badai topan menyebabkan kerusakan di Korea Utara dengan situasi di mana kami tidak bisa tidak mengubah arah perjuangan kami setelah secara komprehensif mempertimbangkan tugas akhir tahun yang sedang berlangsung,” kata Kim dalam sebuah pernyataan yang dibawa oleh KCNA.

KCNA melaporkan, topan Maysak, topan kesembilan musim ini, menyebabkan kondisi darurat, melumpuhkan sistem transportasi dan menghancurkan lebih dari 2.000 rumah, membuat banjir gedung-gedung dan jalan-jalan umum dan menyebabkan runtuhnya 59 jembatan.

Negara yang terisolasi itu telah menanggung beban terparah dari Maysak dan Topan Bavi, diikuti oleh Topan Haishen, karena telah bergulat dengan hujan lebat dan banjir di salah satu musim hujan terbasah yang pernah tercatat.

KCNA melaporkan, Kim menekankan perlunya membangun kembali rumah dan memulihkan jalan serta rel kereta sebelum 10 Oktober dan dia menargetkan akhir tahun untuk menyelesaikan semua perbaikan.

Tanggal 10 Oktober penting di Korea Utara, seiring perayaan berdirinya Partai Buruh.