Trump Beri Tanda Tangannya kepada Korban Badai Laura Seharga Rp 145 Juta .

LOUISIANA, KOMPAS.com – Presiden Amerika Serikat ( AS) Donald Trump menyarankan korban Badai Laura untuk menjual tanda tangannya di eBay. Hal itu dia sampaikan ketika mengunjungi Lake Charles, Louisiana, pada Sabtu (29/8/2020) sebagaimana dilansir dari Sky News.

Dalam kunjungannya tersebut, dia turut memberikan pengarahan kepada para korban dan mengarahkan respons pemerintah federal. Di sela kunjungannya tersebut, dia memberikan tanda tangannya kepada beberapa orang.

Trump mengatakan mereka dapat menjual tanda tangannya melalui eBay dengan harga 10.000 dollar AS (Rp 145 juta). “Jual ini ( tanda tangan) di eBay malam ini, Anda akan mendapatkan 10.000 dollar AS (Rp 145 juta),” kata Trump. Trump mengaku sengaja tidak menuliskan namanya di tanda tangan tersebut karena dia menganggap akan lebih berharga seperti itu. Di situs eBay sendiri terdapat beberapa memorabilia bertanda tangan Trump yang ditawarkan mencapai ribuan dollar AS.

Sementara itu di Lake Charles, sejumlah gedung mengalami kerusakan parah karena diterjang angin yang berkecepatan 240 kilometer per jam. Sedikitnya empat orang dilaporkan tewas karena pohon tumbang di rumah mereka akibat Badai Laura. “Saya di sini untuk mendukung orang-orang hebat di Louisiana. Itu adalah badai yang sangat kuat,” kata Trump dalam konferensi pers di Lake Charles. Dia yakin mereka akan segera pulih dan bangkit kembali setelah Badai Louisiana berakhir.

Kota-kota AS Hancur Gara-gara Badai Laura, Korban: Seperti Seribu Tornado Baru Saja Lewat.

Badai Laura belum lama ini menghantam tiga negara bagian di selatan Amerika Serikat.Badai kategori empat itu memunculkan hujan deras dan pusaran angin puyuh yang bergerak ratusan mil dari Teluk Meksiko ke daratan AS.Lebih dari 600.000 rumah dan tempat usaha di negara bagian Louisiana, Texas, dan Arkansas tak teraliri listrik. Gelap gulita melanda usai badai memutus jaringan listrik di sana.

Dikutip dari The Guardian, badai ini merupakan salah satu yang paling kuat di AS.Foto udara memperlihatkan bagaimana permukiman warga telah luluh lantak akibat badai tersebut.Air pun membanjiri wilayah rumah-rumah di pesisir. Banyak bangunan yang kehilangan atap dan jendelanya.

14 orang meninggal dunia di Louisiana dan Texas. Seorang warga Texas tewas gegara pohon tumbang dan menghantam rumahnya.Empat orang lain di perumahan yang sama tewas karena teracuni gas karbon monoksida dari generator listrik.Enam orang lain dilaporkan wafat di Louisiana pada Kamis 27 Agustus 2020, kebanyakan karena tertimpa pepohonan yang tumbang.

Ancaman tornado muncul kembali pada Jumat 28 Agustus 2020 kemarin hingga menghancurkan rumah-rumah dan gereja di Arkansas.

Semua pohon tercerabut dari akarnya, tumbang bersama tiang-tiang listrik di sisi jalan. Listrik pun padam di wilayah itu.Permukiman Lake Charles, Louisiana yang dipenuhi oleh industri dan pusat judi remuk redam oleh Laura. 80 ribu penduduknya ikut menderita.Bangunan hancur, pepohonan terbelah, kasino terapung merusak jembatan, hingga pesawat-pesawat kecil bertumpukan terbawa angin badai.Warga yang kehilangan tempat tinggal benar-benar ketakutan dan putus asa.

“Terlihat seperti seribu tornado baru saja lewat sini. Hanya ada kehancuran dimana-mana,” ujar Brett Geymann, warga yang tinggal di Moss Bluff dekat Lake Charles.

Ia menyebut Badai Laura terdengar seperti deru mesin jet saat melewati rumahnya sekita pukul 02.00 dini hari waktu setempat.

“Ada rumah yang benar-benar remuk redam seutuhnya,” tutu Brett.

Pabrik kimia milik Biolab Inc. pun dirusak badai sampai api melalap produsen klorin kolam renang itu.Asap jelaga berwarna hitam gelap nan beracun membumbung tinggi. Warga diminta menutup pintu dan jendela agar tidak tewas keracunan.Badai Laura sudah mereda sejak Kamis 27 Agustus 2020 lalu, namun ancaman baru tiba di sana. Hujan deras dan tornado akan melanda Lembah Tennessee hingga Sabtu 29 Agustus 2020.

Badai Laura Hantam Louisiana, Enam Orang Tewas.

LAKE CHARLES – Badai Laura menghantam wilayah Louisiana, Amerika Serikat (AS) pada Kamis waktu setempat, menewaskan enam orang. Badai juga meratakan gedung-gedung di seluruh negara bagian sebelum bergerak ke Arkansas dengan hujan lebat.

Embusan kuat Badai Laura menumbangkan pohon dan empat orang tewas dalam insiden terpisah saat pohon tumbang menimpa sebuah rumah. Departemen Kesehatan negara bagian mengatakan ada dua korban jiwa lagi yang dikaitkan dengan badai, seorang pria tenggelam saat berada di atas kapal yang tenggelam dan seorang pria keracunan karbon monoksida yang disebabkan oleh generator di rumahnya.

Di Westlake, sebuah pabrik kimia terbakar ketika dihantam oleh Badai Laura, dan kobaran api terus mengirimkan kepulan asap yang mengandung klorin ke langit hampir 24 jam setelah insiden itu terjadi. 

Meski kerusakan yang disebabkan oleh Badai Laura lebih kecil daripada yang diperkirakan, namun para pejabat mengatakan badai itu tetap berbahaya dan akan memakan waktu berhari-hari untuk menilai kerusakannya. Setidaknya 867.000 rumah dan bisnis di Louisiana, Texas serta Arkansas tetap tutup pada Kamis sore.

“Ini adalah badai paling kuat yang pernah terjadi di Louisiana,” kata Gubernur John Bel Edwards dalam konferensi pers.

“(Badai) itu terus menyebabkan kerusakan dan kondisi yang mengancam jiwa,” ia menambahkan seperti dikutip dari Reuters, Jumat (28/8/2020).

Pasukan Garda Nasional kini tengah membersihkan puing-puing dari jalan-jalan di Danau Charles. Ada kabel listrik putus di jalan-jalan di sekitar kota, dan angin kencang menghempaskan beberapa semi truk ke pinggir jalan.

Jendela-jendela Capital One Tower yang bertingkat 22 di kota itu hancur, rambu-rambu jalan roboh, dan potongan-potongan pagar kayu serta puing-puing bangunan yang runtuh berserakan di jalan-jalan yang banjir, demikian rekaman video di Twitter dan Snapchat.

Penduduk Lake Charles, Borden Wilson, seorang dokter anak berusia 33 tahun, merasa cemas saat pulang ke rumahnya setelah dievakuasi ke Minden, Louisiana.

“Saya bahkan tidak pernah menutup jendela saya. Saya tidak berpikir untuk melakukan itu. Ini adalah badai pertama yang saya alami. Saya hanya berharap rumah saya baik-baik saja,” katanya dalam wawancara telepon.

Pusat Badai Nasional (NHC) AS mengatakan mata Badai Laura telah menyeberang ke selatan Arkansas pada Kamis sore dan menuju ke timur laut dengan kecepatan 15 mil per jam. Badai tersebut dapat menurunkan curah hujan setinggi 7 inci di beberapa bagian Arkansas, kemungkinan besar menyebabkan banjir bandang. Setelah Arkansas, ia akan bergerak ke pertengahan Lembah Mississippi pada hari Jumat dan kemudian ke negara bagian Atlantik tengah pada hari Sabtu.

Badai Laura Hantam AS, Corona Persulit Evakuasi Warga.

Pengungsi siap untuk dievakuasi.

Lebih dari 1,5 juta penduduk Texas dan Louisiana, Amerika Serikat dievakuasi saat Badai Laura yang dahsyat mendekati pantai dan pandemi virus corona menambah beban kerumitan.

“(Corona) menambahkan kerumitan, itu tantangan,” kata pelaksana tugas Wali Kota Galveston, Craig Brown dikutip dari CNN, Kamis (27/8).

Brown menjelaskan bahwa pihaknya telah menyediakan bus tambahan untuk mengangkut orang keluar dari titik bahaya terjangan badai itu.Hal tersebut kata Brown dilakukan agar antara satu orang dengan yang lain tetap bisa menjaga jarak.Menurut dia ada hotel yang telah disediakan sebagai penampungan. Tiap kamar hanya bisa ditempati satu orang.Selain itu pemerintah setempat juga telah menyediakan mobil ambulans sebagai antisipasi keadaan darurat. “Bagi mereka yang membutuhkan isolasi saat mereka diangkut keluar pulau.” 

Hal serupa juga terjadi di Lousiana. Penduduk dievakuasi ke hotel, bukan tempat penampungan karena khawatir penyebaran Covid-19.”Kami menghindari kerumunan,” ujar direktur komunikasi di Kantor Gubernur Keamanan Dalam Negeri, Mike Steele.Gubernur Lousiana, John Bel Edwards mengatakan sekitar 2.000 kamar hotel telah diamankan sebagai tempat pengungsian.Negara bagian Lousiana sendiri saat ini tengah berusaha untuk menyediakan lebih banyak kamar hotel jika satu waktu diperlukan. Hotel-hotel yang tersebar di Baton Rouge, Louisiana, telah dipesan,Tempat penampungan di Austin Regional Sheltering System sendiri disebut sudah mencapai kapasitas maksimal.

Tempat penampungan(Shelter).

“Pengungsi #HurricaneLaura, silakan lanjutkan perjalanan ke Utara dan hubungi 2-1-1 untuk informasi lebih lanjut tentang lokasi penampungan alternatif,” cuit akun twitter kota tersebut.Badai Laura mulai menghantam wilayah Louisiana pada Kamis dini hari dan memicu peringatan gelombang laut yang tak dapat dihindari.

National Hurricane Center mengatakan Laura masuk dalam badai kategori 4 dan membawa angin berkecepatan 240 km per jam.Hujan deras hingga banjir bandang terjadi di Louisiana dan NHC membuat warga di pesisir dievakuasi. Pemerintah Texas menyebut kekuatan Badai Laura saat ini belum pernah terjadi sebelumnya.

Sekitar 1.000 anggota Garda Nasional, 20 pesawat, dan 15 tim perlindungan telah dikirim ke Texas untuk membantu proses tanggap darurat akibat badai tersebut.

Badai Laura yang Sangat Berbahaya Mendarat di AS.

Badai Laura.

Hurricanes2002 – Badai Laura dilaporkan mendarat di AS, di mana dia dianggap “sangat berbahaya” karena merupakan badai kategori empat. Kedatangan “monster” itu menimbulkan peringatan peningkatan gelombang laut yang “tak bisa dihindari”, serta perintah evakuasi kepada ratusan ribu penduduk Gulf Coast. Dalam keterangan Pusat Badai Nasional (NHC), Badai Laura ini bisa membawa angin hingga 240 kilometer per jam dan banjir bandang di Louisiana.

Lake Charles diguyur hujan lebat tak lama setelah NHC menyatakan, pusat badai mendarat sekitar pukul 01.00 waktu setempat. Sebelumnya, NHC sempat menyatakan Laura bisa menghantam Louisiana dan Texas dengan “peningkatan gelombang yang tak terhindarkan”. Gelombang itu dilaporkan bisa setinggi enam meter, dengan tornado bisa terbentuk tepi selatan sistem cuaca, dilansir AFP Kamis (27/8/2020). “Persiapan untuk melindungi jiwa maupun barang pribadi harus diselesaikan secepatnya,” ujar NHC dalam pernyataan resminya. Pada Rabu (26/8/2020) hingga Jumat (28/8/2020), hujan setebal 13 sampai 26 sentimeter diprediksi bakal mengguyur sebagian Gulf Coast.

Dilansir Sky News, hanya dalam 24 jam kekuatan badai itu meningkat hingga 90 persen, membuatnya mampu menerbangkan mobil seperit mainan atau merobohkan gedung. Badai tersebut bisa menjangkau sekitar 64 kilometer di daratan, dengan gelombang bisa meningkat hingga 20 kaki dari normalnya

Evakuasi warga Texas telah dilakukan.

Lebih dari setengah juta orang telah diperintahkan untuk evakuasi, dengan sekitar 100.000 permukiman tanpa listrik di Louisiana dan Texas. “Nampaknya badai ini sudah berubah menjadi sangat mengerikan,” kata Gubernur Louisiana John Bel Edwards kepada The Weather Channel. Sementara Gubernur Texas Greg Abbot menyatakan, kekuatan Badai laut “tak bisa diprediksi”, dan meminta warganya untuk melindungi.

“Barang berharga Anda bisa dicari gantinya. Tetapi nyawa Anda jelas tidak,” kata Abbot dalam konferensi pers seperti dikutip AFP. Garda Nasional AS menyatakan, mereka sudah memberngkatkan lebih dari 1.000 personel ke Texas untuk membantu persiapan datangnya badai. Di antaranya adalah dengan menempatkan 20 pesawat serta lebih dari 15 tempat berlindung untuk menghadapi badai kateogir empat tersebut. Kota-kota Texas yang wajib melakukan evakuasi adalah Beaumont dan Port Arthur, yang dilewati pusat badai, dan menderita kerugian besar saat Badai Harvey pada 2017.