Badai Beta picu hujan deras dan banjir di Texas, AS

Gelombang besar akibat badai dan hujan lebat pada hari menyebabkan lagi banjir di pesisir Texas, setelah Badai Tropis Beta mencapai daratan, mengancam daerah-daerah yang terdampak oleh cuaca buruk pada musim badai ini.

Badai Beta menghantam daratan pada di sebelah utara Port O’Connor, Texas.Beta berada dalam jarak 56 kilometer di sebelah utara kota itu dengan angin berkecepatan maksimum 64 km/jam, sebut Pusat Badai Nasional AS (NHC). Badai itu bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan mendekati 5 km/jam dan diperkirakan masih akan bertahan di Texas.

Pakar cuaca dari Dinas Cuaca Nasional Amaryllis Cotto di Galveston, Texas, mengatakan gelombang pasang dan hujan masih berlangsung bersamaan di sana.

Cotto mengatakan hujan dengan curah 15-30 centimeter turun di daerah itu, dengan beberapa tempat mengalami curah hujan hingga 45 centimeter. Banjir bandang yang berbahaya diperkirakan terjadi sampai Rabu, ujar Cotto.

Beta adalah badai bernama kesembilan yang tiba di daratan di benua Amerika tahun ini. Ini menyamai rekor tahun 1916, sebut peneliti badai dari Colorado State University, Phil Klotzbach. Ini juga merupakan pertama kalinya sebuah huruf Yunani digunakan untuk menamai badai yang mendarat di benua Amerika. Para pakar cuaca telah kehabisan nama tradisional pada hari Jumat, memaksa digunakannya abjad Yunani untuk kedua kalinya sejak tahun 1950-an.

Beta akan bergerak di bagian tenggara Texas hingga Rabu dan kemudian Louisiana dan Mississippi pada hari Rabu hingga Jumat. Pertanyaan terbesar mengenai Beta adalah seberapa banyak curah hujan yang ditimbulkannya. Beta kemudian diperkirakan melemah, tetapi banjir bandang masih mungkin terjadi di Arkansas dan Mississippi sementara sistem cuaca ini bergerak lebih jauh ke pedalaman.

Prediksi sebelumnya, hingga 51 sentimeter, di beberapa daerah telah diturunkan pada hari Senin menjadi sekitar 38 centimeter.

Kunjungi Louisiana dan Texas, Donald Trump Puji Penanganan Badai Laura.

Jakarta – Presiden AS Donald Trump mengunjungi Louisiana dan Texas pada 29 Agustus, yang pada pekan ini dilanda Badai Laura.

Untungnya, badai tersebut tidak menimbulkan kerusakan dan jumlah korban jiwa seperti Badai Katrina yang terjadi 15 tahun lalu.

Dikutip dari AFP, Minggu (30/8/2020), Presiden Trump mendarat di Danau Charles dan tampak mengenakan topi berwarna merah bertuliskan “AS”.

Danau itu, berlokasi di kota di Louisiana dengan 80.000 penduduk dan merupakan rumah bagi kilang minyak bumi dan pabrik kimia di dekat Teluk Meksiko.

Presiden Trump mengunjungi lingkungan di mana pohon-pohon tumbang, kerusakan pada rumah-rumah warga setempat serta gudang.

Tetapi dalam kunjungannya tersebut, Presiden Trump tampak tidak mengenakan masker meskipun pandemi Virus Corona COVID-19 masih melanda AS.

2,6 juta liter air telah didistribusikan oleh Badan Penggulangan Bencana Federal AS (FEMA) dan 1,4 juta makanan, kata Presiden Trump, karena ratusan ribu korban badai tidak memiliki listrik dan air mengalir.

“Saya tidak punya satu keluhan pun,” ungkap Presiden Trump. Ia tak lupa pun memberikan ucapan selamat kepada pejabat federal dan lokal pada konferensi pers di stasiun pemadam kebakaran.

“Louisiana telah melalui banyak hal dengan COVID-19 dan dengan ini, beberapa hal lainnya. Anda telah melakukan pekerjaan dengan baik,” ujar Presiden Trump kepada para pejabat, termasuk Gubernur Demokrat John Bel Edwards.

Pada 27 Agustus, Badai Laura menghantam pantai Louisiana pada pagi hari waktu setempat. Di hari itu, badai tersebut juga memasuki badai Kategori 4, dan membawa angin berkecepatan 240 kilometer per jam.

Selain itu, badai tersebut juga telah disalahkan atas setidaknya 14 kematian di Louisiana dan Texas, dengan lebih dari setengahnya disebabkan oleh penggunaan generator portabel yang tidak tepat, yang menghasilkan gas karbon monoksida beracun.

Presiden Trump kemudian terbang dengan helikopter ke kota terdekat Orange, Texas, dan menghadiri pertemuan dengan pejabat negara bagian untuk membahas tanggapan mereka terhadap badai Laura.

Gubernur Texas Greg Abbott menyatakan dalam sebuah briefing bahwa dirinya meyakini negara bagian berhasil melewati badai Laura tanpa adanya penyebaran COVID-19.

Presiden Trump mengatakan kepada gubernur, “Anda membantu Texas untuk membangun kembali”.

Badai Katrina menyebabkan kegagalan sistem tanggul yang melindungi dataran rendah New Orleans.

Tak hanya itu, setidaknya 1.800 orang telah tewas akibat badai yang melanda Louisiana pada Agustus 2005.

Badai Laura Hantam AS, Corona Persulit Evakuasi Warga.

Pengungsi siap untuk dievakuasi.

Lebih dari 1,5 juta penduduk Texas dan Louisiana, Amerika Serikat dievakuasi saat Badai Laura yang dahsyat mendekati pantai dan pandemi virus corona menambah beban kerumitan.

“(Corona) menambahkan kerumitan, itu tantangan,” kata pelaksana tugas Wali Kota Galveston, Craig Brown dikutip dari CNN, Kamis (27/8).

Brown menjelaskan bahwa pihaknya telah menyediakan bus tambahan untuk mengangkut orang keluar dari titik bahaya terjangan badai itu.Hal tersebut kata Brown dilakukan agar antara satu orang dengan yang lain tetap bisa menjaga jarak.Menurut dia ada hotel yang telah disediakan sebagai penampungan. Tiap kamar hanya bisa ditempati satu orang.Selain itu pemerintah setempat juga telah menyediakan mobil ambulans sebagai antisipasi keadaan darurat. “Bagi mereka yang membutuhkan isolasi saat mereka diangkut keluar pulau.” 

Hal serupa juga terjadi di Lousiana. Penduduk dievakuasi ke hotel, bukan tempat penampungan karena khawatir penyebaran Covid-19.”Kami menghindari kerumunan,” ujar direktur komunikasi di Kantor Gubernur Keamanan Dalam Negeri, Mike Steele.Gubernur Lousiana, John Bel Edwards mengatakan sekitar 2.000 kamar hotel telah diamankan sebagai tempat pengungsian.Negara bagian Lousiana sendiri saat ini tengah berusaha untuk menyediakan lebih banyak kamar hotel jika satu waktu diperlukan. Hotel-hotel yang tersebar di Baton Rouge, Louisiana, telah dipesan,Tempat penampungan di Austin Regional Sheltering System sendiri disebut sudah mencapai kapasitas maksimal.

Tempat penampungan(Shelter).

“Pengungsi #HurricaneLaura, silakan lanjutkan perjalanan ke Utara dan hubungi 2-1-1 untuk informasi lebih lanjut tentang lokasi penampungan alternatif,” cuit akun twitter kota tersebut.Badai Laura mulai menghantam wilayah Louisiana pada Kamis dini hari dan memicu peringatan gelombang laut yang tak dapat dihindari.

National Hurricane Center mengatakan Laura masuk dalam badai kategori 4 dan membawa angin berkecepatan 240 km per jam.Hujan deras hingga banjir bandang terjadi di Louisiana dan NHC membuat warga di pesisir dievakuasi. Pemerintah Texas menyebut kekuatan Badai Laura saat ini belum pernah terjadi sebelumnya.

Sekitar 1.000 anggota Garda Nasional, 20 pesawat, dan 15 tim perlindungan telah dikirim ke Texas untuk membantu proses tanggap darurat akibat badai tersebut.

Badai Laura yang Sangat Berbahaya Mendarat di AS.

Badai Laura.

Hurricanes2002 – Badai Laura dilaporkan mendarat di AS, di mana dia dianggap “sangat berbahaya” karena merupakan badai kategori empat. Kedatangan “monster” itu menimbulkan peringatan peningkatan gelombang laut yang “tak bisa dihindari”, serta perintah evakuasi kepada ratusan ribu penduduk Gulf Coast. Dalam keterangan Pusat Badai Nasional (NHC), Badai Laura ini bisa membawa angin hingga 240 kilometer per jam dan banjir bandang di Louisiana.

Lake Charles diguyur hujan lebat tak lama setelah NHC menyatakan, pusat badai mendarat sekitar pukul 01.00 waktu setempat. Sebelumnya, NHC sempat menyatakan Laura bisa menghantam Louisiana dan Texas dengan “peningkatan gelombang yang tak terhindarkan”. Gelombang itu dilaporkan bisa setinggi enam meter, dengan tornado bisa terbentuk tepi selatan sistem cuaca, dilansir AFP Kamis (27/8/2020). “Persiapan untuk melindungi jiwa maupun barang pribadi harus diselesaikan secepatnya,” ujar NHC dalam pernyataan resminya. Pada Rabu (26/8/2020) hingga Jumat (28/8/2020), hujan setebal 13 sampai 26 sentimeter diprediksi bakal mengguyur sebagian Gulf Coast.

Dilansir Sky News, hanya dalam 24 jam kekuatan badai itu meningkat hingga 90 persen, membuatnya mampu menerbangkan mobil seperit mainan atau merobohkan gedung. Badai tersebut bisa menjangkau sekitar 64 kilometer di daratan, dengan gelombang bisa meningkat hingga 20 kaki dari normalnya

Evakuasi warga Texas telah dilakukan.

Lebih dari setengah juta orang telah diperintahkan untuk evakuasi, dengan sekitar 100.000 permukiman tanpa listrik di Louisiana dan Texas. “Nampaknya badai ini sudah berubah menjadi sangat mengerikan,” kata Gubernur Louisiana John Bel Edwards kepada The Weather Channel. Sementara Gubernur Texas Greg Abbot menyatakan, kekuatan Badai laut “tak bisa diprediksi”, dan meminta warganya untuk melindungi.

“Barang berharga Anda bisa dicari gantinya. Tetapi nyawa Anda jelas tidak,” kata Abbot dalam konferensi pers seperti dikutip AFP. Garda Nasional AS menyatakan, mereka sudah memberngkatkan lebih dari 1.000 personel ke Texas untuk membantu persiapan datangnya badai. Di antaranya adalah dengan menempatkan 20 pesawat serta lebih dari 15 tempat berlindung untuk menghadapi badai kateogir empat tersebut. Kota-kota Texas yang wajib melakukan evakuasi adalah Beaumont dan Port Arthur, yang dilewati pusat badai, dan menderita kerugian besar saat Badai Harvey pada 2017.